Kantor Kecamatan Rancah

KECAMATAN RANCAH Jl. Kesehatan No. 28 Telp. (0265) 740432 Ciamis

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Kamis, 26 September 2013

Fenomenal Lagu Untuk Habib Rizieq Menggetarkan Dunia


Setelah sukses dengan lagu FPI Emergency, Ren Muhammad Satriany atau sering dikenal dengan nama Ren 212, kembali membuat lagu bergenre Pop Rock Alternativ Progresif. Lagu ini berjudul Muhammad Rizieq Satria Nusantara. Ren 212 adalah jebolan Grup Music bernama Ilusi 212 yang pernah menancapkan bendera keberhasilan di sekitar akhir tahun 2006. Karirnya terus melonjak hingga ke tahun 2009, durasi pencapaiannya mencapai Jawa, Sumatra, Kalimantan dan Sulawesi juga Bali. Grup sekelas Ilusi 212 yang notaband nya hanya sebuah grup music Indie yang berasala dari pesisir perbatasan Jawa Barat dengan Jawa Tengah, tepatnya ujung Kabupaten Ciamis. Bisa disebut sukses dengan pencapaian itu, walau tak bisa menembus Nasional. Itu semua disebabkan bubarnya grup ini. Kaset bajakannya menyebar dimana-mana, mungkin bagi sebagaian orang ini dimanfaatkan. Selaian seorang Musisi, Ren 212 juga mempunya latar belakang seorang pendidik Agama. Selama tujuh tahun Ren 212 pernah mengaji di beberapa Pesantren yang ada di daerah Jawa Barat dan Jawa Tengah. Hal itu lah yang mungkin jadi alasan kenapa Ren sering menyelipkan seni saat dia berdakwah, kadang Ren memainkan Kyboard saat berdakwah. Selain menjadi seorang pencipta lagu, Vocalis, Gitarist dan Kyborist, Ren juga pendiri sebuah Lembaga Pendidikan Islam Hidayatul Azkia, selain itu, Ren juga pendiri Perguruan Silat yang bernama Padepokan 212. Kembali pada Kronologi sebelumnya, kehancuran band nya tidak membuat Ren 212 berhenti dalam dunia music, Album Sang Pencinta yang berisi 13 lagu pada edisi pertama, dengan lagu Hanya Aku yang Mencintaimu yang menjadi lagu andalan. Telah menjadi pemicu semangat untuk melanjutkan karir walau sendiri. Sebagai seorang pencipta lagu, Ren tidak kesulitan walau berjalan sendiri. Saat Rekaman lagu, Ren sering melakukannya sendiri. Terbukti 7 lagu barunya ren buat sendiri, dari mulai mencipptakan lagu, membuat aransement, dan yang pasti menjadi promotornya.Album kedua pun iktu sukses dalam belantika music, walau catatan, belum menembus Nasional. Sebagai seorang seniman dan da'i, Ren juga ikut aktif di sebuah Ormas Islam besar yang bernama Front Pembela Islam atau sering dikenal dengan nama FPI. Rupanya hal itu lah yang menjadi jalan syariat, Ren 212 mebuat sebuah lagu yang berjudul FPI Emergency dan lagu baru ini yang berjudul Muhammad Rizieq Satria Nusantara. Deskripsi lagu ini sebagai salah satu bukti, bentuk loyalitas Ren 212 terhadap FPI dan Tuan Guru Habib Rizieq bin Husein Syihab. Sebenarnya Ren 212 terhitung cukup baru masuk di Harokah FPI, terdata sejak bulan September tahun 2012, tapi bentuk Loyalitas dan rasa cintanya, telah mengantarkan Ren pada tahap yang lebih Fenomenal. Lagu pertama yang berjudul FPI Emergency mendapatkan sambutan baik dari anggota-anggota FPI, bahkan pembesar-pembesar FPI seperti halnya KH. Abdul Kohar Al-Qudsy Lc. Ketua FPI DPD. Jawa Barat. Bukan hanya itu, Imam Besar Front Pembela Islam pun, Al-Habieb Muhammad Rizieq bin Husein Syihab memberikan sambuta positif pada Ren 212. Apalagi, setelah Habieb Rizieq mendapatkan lagu yang langsung ditujukan pada beliau oleh Ren 212, yaitu lagu Muhammad Rizieq Satria Nusantara.
Dan ini adalah isi lirik dari lagu ini.
Isi Lirik :
Muhammad Rizieq Satria Nusantara
( Intro )
Terlahirlah di bumi Pertiwi
Seorang pejuang harapan Negri
Dialah Titisan Sang Nabi
Sang Pencerah di muka bumi
Jejak langkahnya penuh dengan derita
Setiap hembus nafasnya bertabur luka
Dia rela atas apa yang terjadi
Demi bela Allah dan Rasull tercinta
( chorus )
Melewati aral terjal berliku
Tuk hadapi semua tantangan ini
( reff )
DIalah Kesatria tanah Nusantara
Muhammad Rizieq Syihab Sang Pembela Agama
Islam yang dia cinta Islam yang dia bela
Korbankan jiwa raga tuk gapai cita-cita
( bridge )
Berjiwa Kesatria
Arif dan Bijaksana
Santun dan penuh cinta
Muhammad Rizieq Syihab Satria Nusantara
( Intro )
( back to chorus )
( next reff 2x )
Akhir kata, semoga lagu ini, ataupun lagu FPI Emergency, mejadi jalan Syiar untuk menyadarkan kebanyakan masyarakat yang rata-rata banyak yang slaah paham pada FPI, semua itu dikarenakan berita-berita makar dan fitnah yang sering di kelurakan oleh media-media Sekoler Liberal dan Kapital. Isykariman Aumut Syahidan.
Salam Ukuah
Allahuakbar.

Ren 212 Kembali luncurkan Lagu untuk Front Pembela Islam


Setelah sebelumnya Ren Muhammad Satriany atau Ren 212 mengeluarkan lagu berjudul FPI Emergency yang fenomenal, kini dia keluarkan single keduanya yang berjudul Muhammad Rizieq Satria Nusantara. Kalau dulu lagu FPI Emergency sebagai bentuk suport kepada anggota dan simpatisan FPI, kini lagu keduanya mengandung makna pujian kepada pendiri FPI yaitu Habib Rizieq, dan merupakan gambaran seperti apa Habib Rizieq itu sendiri.
Untuk Ikhwan, Anggota, atau Simpatisan Front Pembela Islam, bisa mendownload lagunya pada link di bawah ini :


InsyaAllah, kedepannya akan dilakukan penggarapan Video Clip nya, jadi untuk sementara ikhwan semuanya hanya bisa mendapatkan lagunya. Silahkan di sebar, demi Syiar, Doanya mudah2han lagu ini bisa menjadi salah satu sarana dakwah, sehingga orang2 akan mengenal siapa itu FPI, siapa itu Habib Rizieq.
Dan ini adalah isi dari lirik lagunya.
Judul : Muhammad Rizieq Satria Nusantara
Pencipta : Ren Muhammad Satriany / Ren 212
Aransemen : Ren 212 dan Felix
Label : Felix Studio's

Isi Lirik :

Muhammad Rizieq Satria Nusantara
( Intro )
Terlahirlah di bumi Pertiwi
Seorang pejuang harapan Negri
Dialah Titisan Sang Nabi
Sang Pencerah di muka bumi

Jejak langkahnya penuh dengan derita
Setiap hembus nafasnya bertabur luka
Dia rela atas apa yang terjadi
Demi bela Allah dan Rasull tercinta

( chorus )
Melewati aral terjal berliku
Tuk hadapi semua tantangan ini

( reff )
DIalah Kesatria tanah Nusantara
Muhammad Rizieq Syihab Sang Pembela Agama
Islam yang dia cinta Islam yang dia bela
Korbankan jiwa raga tuk gapai cita-cita

( bridge )
Berjiwa Kesatria
Arif dan Bijaksana
Santun dan penuh cinta
Muhammad Rizieq Syihab Satria Nusantara

( Intro )
( back to chorus )
( next reff 2x )

Silahkan klik judul lagu dibawah ini, untuk mendapatkan lagunya :

>>>>Muhammad Rizieq Satria Nusantara<<<<

Selasa, 24 September 2013

Bengkel Mobil yang Ada Di Rancah

45 motor

Sedia : SUKU CADANG KENDARAAN BERMOTOR

            GANTI OIL, STEMPET, BAN DLL

MELAYANI TOUR TREVEL & PARIWISATA

JLN. RAYA RANCAH, RAJADESA NO. 259 TELP. (0265)74020





45 MOTOR merupakan sebuah toko onderdil bermotor yang terdapat di daerah rancah yang tepatnya di Ciliung, 45 MOTOR bukan hanya toko SUKU CADANG saja tapi merangkap lagi dengan beberapa usaha lainya, misalnya : BENGKEL MOBIL, STEAM, dan jasa TREVEL & PARIWISATA.

45 MOTOR memiliki mekanik yang profesional, mereka bisa memperbaiki mobil apa saja, dan anda bisa memanggil mereka  ke lokasi mobil anda yang bermasah.

Kalau anda berminat memperbaiki kendaraan anda langsung aja ke 45 MOTOR, atau hubungi nomber yang ada di atas.

"TERIMAKASIH "

 

                                                                            By: Jankz Hungkul

 

Sabtu, 21 September 2013

Kampung Kuta; Dusun Adat yang Tersisa di Ciamis

Penulis: Mustafid
Humas Keluarga Besar Mahasiswa Galuh Jaya (Paguyuban Mahasiswa asal Ciamis di Jabodetabek)

Kampung Kuta adalah dusun adat yang masih bertahan di Desa Karangpaningal, Kecamatan Tambaksari Kabupaten Ciamis. Kampung adat ini dihuni masyarakat yang dilandasi kearifan lokal, dengan memegang budaya pamali (tabu), untuk menjaga keseimbangan alam dan terpeliharanya tatanan hidup bermasyarakat. Salah satu yang menonjol adalah dalam hal pelestarian hutan, sekaligus mempertahankan kelestarian mata air dan pohon aren untuk sumber kehidupan mereka.

Karena penghormatan yang tinggi terhadap hutan, warga Kampung Kuta yang hendak masuk ke kawasan hutan tidak pernah mengenakan alas kaki. Tujuannya agar hutan tersebut tidak tercemar dan tetap lestari. Oleh karena itu, kayu-kayu besar masih terlihat kokoh di Leuweung Gede. Selain itu, sumber air masih terjaga dengan baik.

Secara administratif, Kampung Kuta berada di wilayah Kabupaten Ciamis, Kecamatan Tambaksari, tepatnya di dalam Desa Karangpaningal. Kampung Kuta terdiri atas 2 RW dan 4 RT. Kampung ini berbatasan dengan Dusun Cibodas di sebelah utara, Dusun Margamulya di sebelah barat, dan di sebelah selatan dan timur dengan Sungai Cijulang, yang sekaligus merupakan perbatasan wilayah Jawa Barat dengan Jawa Tengah.

Untuk menuju ke kampung tersebut jarak yang harus ditempuh dari kota Kabupaten Ciamis sekitar 34 km menuju ke arah utara. Dapat dicapai dengan menggunakan mobil angkutan umum ke Kecamatan Rancah. Sedang dari Kecamatan Rancah menggunakan motor sewaan atau ojeg, dengan kondisi jalan aspal yang berkelok, dan tanjakan yang cukup curam. Jika melalui Kecamatan Tambaksari dapat menggunakan kendaraan umum atau ojeg, dengan kondisi jalan serupa.

Upacara Adat Nyuguh
Sesuai warisan leluhur, acara nyuguh itu harus dilakukan di pinggir Sungai Cijolang yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Cilacap, Jateng. Pernah satu kali acara nyuguh tak dilaksanakan, tiba-tiba seluruh kampung mendapat musibah. Padi yang siap panen rusak parah, sedangkan sejumlah hewan ternak ditemui mati menggelepar. Warga menyakini kerusakan itu terjadi karena “utusan” Padjadjaran itu tidak disuguhi makanan. Alhasil mereka pun mencari makanan sendiri dengan cara merusak kampung.

Adapun perjalanan ke Sungai Cijolang sekitar lima kilometer. Kini, Pak Kuncen pun kembali memulai ritual.

Doa kembali dipanjatkan sebelum warga menyantap makanan yang tersedia. Setelah berdoa, seluruh warga kemudian menyantap makanan yang dibawa dari kampung. Makanan khas yang harus ada setiap upacara.

Upacara Adat Nyuguh ini merupakan suatu upacara ritual tradisional Adat Kampung Kuta Kec. Tambaksari Kabupaten Ciamis yang selalu dilaksanakan pada tanggal 25 shapar pada setiap tahunnya.

Sejarah Kampung Kuta Ciamis
Kampung yang terletak di Desa Karangpaningal, Kecamatan Tambaksari, berbatasan dengan Jawa Tengah itu dikenal sebagai Kampung adat. Ada beberapa versi mengenai sejarah KampungKuta ini. Menurut cerita rakyat setempat, asal-usul Kampung Kuta berkaitan dengan berdirinya Kerajaan Galuh. Konon, pada zaman dahulu ketika Prabu Galuh yang bernama Ajar Sukaresi (dalam sumber lain, tokoh ini adalah seorang pandita sakti) hendak mendirikan Kerajaan Galuh, KampungKuta dipilih untuk pusat kerajaan karena letaknya strategis.

Prabu Galuh memerintahkan kepada semua rakyatnya untuk mengumpulkan semua keperluan pembangunan keraton seperti kapur bahan bangunan, semen merah dari tanah yang dibakar, pandai besi, dan tukang penyepuh perabot atau benda pusaka. Keraton pun akhirnya selesai dibuat. Namun, pada suatu ketika, Prabu Galuh menemukan lembah yang (Kuta) oleh tebing yang dalamnya sekitar 75 m di lokasi pembangunan pusat kerajaan itu. Atas musyawarah dengan para punggawa kerajaan lainnya, diputuskanlah bahwa daerah tersebut tidak cocok untuk dijadikan pusat kerajaan (menurut orang tua, “tidak memenuhi Patang Ewu Domas”).

Selanjutnya, mereka berkelana mencari tempat lain yang memenuhi syarat. Prabu Galuh membawa sekepal tanah dari bekas keratonnya diKuta sebagai kenang-kenangan. Setelah melakukan perjalanan beberapa hari, Prabu Galuh dan rombongannya sampai di suatu tempat yang tinggi, lalu melihat-lihat ke sekeliling tempat itu untuk meneliti apakah ada tempat yang cocok untuk membangun kerajaannya. Tempat ia melihat-lihat itu sekarang bernama “Tenjolaya”. Prabu Galuh melihat ke arah barat, lalu terlihatlah ada daerah luas terhampar berupa hutan rimba yang menghijau. Ia kemudian melemparkan sekepal tanah yang dibawanya dariKuta ke arah barat dan jatuh di suatu tempat yang sekarang bernama “Kepel”. Tanah yang dilemparkan tadi sekarang menjadi sebidang sawah yang datar dan tanahnya berwarna hitam seperti dengan tanah diKuta , sedangkan tanah di sekitarnya berwarna merah. Prabu Galuh melanjutkan perjalanannya sampai di suatu pedataran yang subur di tepi Sungai Cimuntur dan Sungai Citanduy, lalu mendirikan kerajaan di sana.

Cerita selanjutnya tentang Prabu Galuh tersebut hampir mirip dengan cerita Ciung Wanara dalam naskah Wawacan Sajarah Galuh, bahwa Prabu Galuh kemudian digantikan oleh patihnya, Aria Kebondan (dalam naskah disebut Ki Bondan). Prabu Galuh menjadi pertapa di Gunung Padang. Menurut versi tradisi lisan, Prabu Galuh meninggalkan duaorang istri, yaitu Dewi Naganingrum dan Dewi Pangrenyep. Saat itu, Dewi Naganingrum sedang mengandung. Ketika Dewi Naganingrum melahirkan, Dewi Pangrenyep menukar bayinya dengan seekor anak anjing. Bayi itu kemudian dihanyutkan ke Sungai Citanduy. Melihat Dewi Naganingrum beranak seekor anjing, Aria Kebondan yang menjadi raja di Galuh menjadi marah, lalu menyuruh Lengser membunuhnya. Namun, Lengser itu tidak membunuh Dewi Naganingrum, tetapi menyembunyikannya diKuta. Adapun bayi yang dibuang ke Sungai Citanduy itu kemudian ditemukan oleh Aki Bagalantrang di depan badodon (tempat menangkap ikan)-nya. Bayi itu dipungut dan diasuh oleh Aki Bagalantrang hingga remaja, lalu diberi nama Ciung Wanara. Tempat Aki Bagalantrang mengasuh bayi itu sekarang disebut daerah “Geger Sunten”, sekitar 6 km dariKuta . Ciung Wanara kemudian merebut kembali Kerajaan Galuh dari Aria Kebondan melalui sabung ayam, sebagaimana yang diceritakan dalam naskah. Setelah Ciung Wanara menjadi raja, Lengser pun menjemput Dewi Naganingrum sehingga bisa berkumpul kembali dengan anaknya.

Di Kampung Kuta terdapat mitos tentang Tuan Batasela dan Aki Bumi. Diceritakan bahwa bekas kampong Galuh yang telah diterlantarkan selama beberapa lama ternyata menarik perhatian Raja Cirebon dan Raja Solo. Selanjutnya, masing-masing raja tersebut mengirimkan utusannya untuk menyelidiki keadaan di Kampung Kuta. Raja Cirebon mengutus Aki Bumi, adapun Raja Solo mengutus Tuan Batasela. Raja Cirebon berpesan kepada utusannya bahwa ia harus pergi ke Kuta, tetapi jika didahului oleh utusan dari Solo, ia tidak boleh memaksa jadi penjaga Kuta. Ia harus mengundurkan diri, tetapi tidak boleh pulang ke Cirebon dan harus terus berdiam di sekitar daerah itu sampai mati. Pesan yang sama juga didapat oleh utusan dari Solo. Pergilah kedua utusan tersebut dari kerajaannya masing-masing. Utusan dari Solo, Tuan Batasela, berjalan melalui Sungai Cijolang sampai di suatu kampung, lalu beristirahat di sana selama satu malam. Jalan yang dilaluinya itu hingga saat ini masih sering dilaluiorang untuk menyeberang dari Jawa Tengah ke Jawa Barat. Penyeberangan itu diberi nama “Pongpet”. Adapun Aki Bumi dari Cirebon langsung menuju ke Kampung Kuta dengan melalui jalan curam, yang sampai saat ini masih ada dan diberi nama “Regol”, sehingga tiba lebih dulu di Kampung Kuta. Sesampainya di sana, Aki Bumi menemui para tetua kampung dan melakukan penertiban- penertiban, seperti membuat jalan ke hutan dan membuat tempat peristirahatan di pinggir situ yang disebut “Pamarakan”. Karena telah didahului oleh utusan dari Cirebon, Tuan Batasela kemudian terus bermukim di kampung tempat ia bermalam, yang terletak di utara Kampung Kuta. Konon, utusan dari Solo itu kekurangan makanan, lalu meminta-minta kepada masyarakat di Kampung itu, tetapi tidak ada yang mau memberi. Keluarlah umpatan dan sumpah dari Tuan Batasela yang mengatakan bahwa “Di kemudian hari, tidak akan adaorang yang kaya di Kampung itu.” Ternyata, hingga saat ini rakyat di Kampung itu memang tidak ada yang kaya. Karena menderita terus, Tuan Batasela kemudian bunuh diri dengan keris. Darah yang keluar dari luka Tuan Batasela berwarna putih, lalu mengalir membentuk parit yang kemudian disebut “Cibodas”. Kampung itu pun diberi nama Kampung Cibodas. Tuan Batasela dimakamkan di tengah- tengah persawahan di sebelah utara Kampung Cibodas. Makamnya masih ada hingga saat ini. Aki Bumi terus menjadi penjaga (kuncen) Kampung Kuta sampai meninggal, lalu dimakamkan bersama keluarganya di tengah-tengah Kampung, yang sekarang termasuk Kampung Margamulya. Tempat makam itu disebut “Pemakaman Aki Bumi”. Setelah keturunan Aki Bumi tidak ada lagi, Raja Cirebon memerintahkan bahwa yang menjadi kuncen di Kampung Kuta berikutnya adalah orang-orang yang dipercayai oleh Aki Bumi, yaitu para leluhur kuncen Kampung Kuta saat ini.

Mitos-mitos yang dituturkan oleh tradisi lisan terkadang mempunyai keterkaitan dengan mitos yang diceritakan dalam sumber naskah. Keterkaitan itu kemudian menimbulkan pertanyaan bagi kita, apakah si penutur mitos yang bersumber pada naskah atau naskah yang ditulis berdasarkan penuturan. Jika dirujuk pada usianya, maka tradisi lisan telah ada sebelum tulisan muncul sehingga dapat diasumsikan bahwa naskah ditulis berdasarkan cerita yang dituturkan. Tradisi lisan yang terus ada hingga saat ini, seperti yang dituturkan oleh para kuncen atau tukang cerita, terdapat dua kemungkinan mengenai asal-usulnya. Pertama, tradisi lisan itu berdasarkan cerita naskah yang dibaca kemudian dituturkan kembali. Kedua, tradisi lisan itu memang belum pernah dituliskan dalam bentuk naskah, lalu dituturkan secara turun-temurun. Adanya perbedaan versi suatu cerita yang dituturkan dalam naskah dan tradisi lisan disebabkan oleh beberapa kemungkinan, yaitu perbedaan sumber cerita, distorsi cerita karena pewarisan cerita yang turun-temurun memungkinkan terjadinya penambahan ataupun pengurangan isi cerita, dan adanya keinginan dari penutur cerita untuk mengedepankan peranan seorang tokoh ataupun berapologia atas kesalahan tokoh tersebut. Demikian pula dengan cerita tentang Kampung Kuta di atas. Ada beberapa bagian yang hampir mirip dengan cerita yang dikemukakan dalam naskah dan ada pula yang berbeda jalan ceritanya. Adapun mengenai kebenaran isi cerita atau mitos tersebut bukanlah suatu permasalahan. Setidaknya, mitos-mitos tersebut dihormati dan dipelihara oleh masyarakatnya. Lebih jauh, bukankah ilmu pengetahuan juga pada awalnya berkembang dari bentuk pemikiran mitis. Hingga saat ini, Kampung Kuta tetap dilestarikan sebagai kampung adat atau petilasan. Masyarakatnya masih memelihara dan melestarikan tradisi-tradisi leluhur mereka. Pantangan-pantangan pun dibuat untuk menjaga kelestarian tradisi itu, seperti larangan membuat rumah dari tembok dan memakai atap genteng, larangan mengubur mayat orang dewasa kecuali bayi kecil dan dalamnya pun tidak melebihi pangkal paha, larangan menggali sumur terlalu dalam, larangan mementaskan wayang, larangan meminum minuman keras, tidak boleh sombong atau menentang adat kuta, dan sebagainya.

Dengan masih bertahannya Kampung Kuta sebagai Kampung Adat yang berada di Ciamis ini, sepatutnya harus kita banggakan, karena dengan adanya Kampung Kuta sebagai Kampung Adat yang masih bertahan menunjukkan bahwai masih ada pelestari kebudayaan yang masih eksis hinga saat ini. Mari kita lestarikan warisan kebudayaan leluhur.

Sumber : http://artikelindonesia.com
Foto : http://2.bp.blogspot.com

Massa NU dan GP?Ansor Minta Polisi Amankan RMS

Massa NU dan GP?Ansor Minta Polisi Amankan RMS

Massa NU dan GP?Ansor Minta Polisi Amankan RMS


CIAMIS, (KP).- Massa Nahdatul Ulama, Gerakan Pemuda (GP) Ansor dan PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) dari Kabupaten Ciamis, Kota Tasikmalaya, Kabupaten Tasikmalaya, Kota Banjar dan Kabupaten Pangandaran mendatangi Markas Kepolisian Resor Ciamis, Jumat (20/9/2013).
Dalam aksi itu mereka menuntut kepada Polres Ciamis agar segera mengamankan salah seorang oknum anggota organisasi masyarakat (Ormas) Islam) yang diduga telah meng­hina Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor melalui jejaring sosial facebook.
Dalam melakukan aksinya, massa yang berjumlah sekitar 200 orang tersebut memblokir Jalan Jenderal Sudirman selama sekitar 15 menit.
Mereka membuat bundaran di tengah jalan sambil me­lakukan orasi, hingga me­macetkan jalan tersebut sekitar 10 meter dari kedua arah.
Setelah selesai memblokir jalan, massa kemudian menuju Mapolres Ciamis. Hingga akhirnya massa dipersilahkan masuk dan berorasi di di lapangan Polres Ciamis.
Dalam demo tersebut, massa menuntut, agar polisi bersikap tegas terhadap salah seorang oknum anggota salah satu ormas Islam yang telah menghina Ketua Gerakan Pemuda Ansor Pusat, Nusron Wahid dalam jejaring sosial facebook.
Dalam orasinya, massa meminta polisi agar secepatnya mengamanakan orang berinisial RMS sebagai terlapor dalam kasus pencemaran baik.
Ketua Gerakan Pemuda Ansor Ciamis, Dendeu Rifai Hilmi mengatakan, dirinya sudah memberikan waktu kepada kepolisian selama 2x24 jam setelah melakukan laporan keterkaitan kasus pencemaran nama baik.
“Hingga batas waktu yang ditentukan, jika polisi masih belum mengamankan terlapaor, maka kami akan datang ke sini lagi untuk menanyakan bagai­mana kinerja polisi terkait kasus ini,” kata Dendeu.
Menurut Dendeu, jika kasus dan proses hukum ini harus berjalan bahkan polisi harus secepatnya mengamankan terlapor.
Tidak ada alasan hambatan jika proses hukum berhenti karena berbarengan dengan pemilihan kepala daerah.
“Malah jika tidak secepatnya diamankan maka ini akan memperkeruh suasana dan bisa di manfaatkan oleh orang yang berkepenting dalam hal ini,” ujar Dendeu.
Dalam aksi ini masa aksi juga mengancam akan mengamankan terlapor dengan meng­erahkan massa, jika polisi tidak secepatnya mengambil terlapor.
“Langkah mengamankan terlapor ini sebetulnya mengantisipasi terjadinya konflik horizontal yang terjadi di bawah, kami juga sudah melakukan berbagai tahapan untuk pelaporan kasus ini, tinggal polisi yang sigap mengambil sikap,” ujar Dendeu.
Siaga Satu
Sementara itu Kapolres Ciamis AKBP Witnu Urip Laksana mengatakan, jika proses hukum kasus pencemaran nama baik itu terus berjalan.
Saat ini kata Kapolres pihaknya masih melakukan penyelidikan dan meng­um­pulkan sejumlah keterangan untuk memperkuat laporan.
“Proses hukum masih berjalan namun kamu meminta kepada agar Nahdatul Ulama dan Gerakan Pemuda Ansor memberikan kesempatan kepada kepolisin untuk bertindak,” kata Witnu.
Lanjut Witnu, pihak berjanji akan secepatnya melakukan pemanggilan kepada terlapor, namun ke depan jika terlapor tidak menggubris, ia akan mengambil terhadap terlapor.
“Dalam hal ini kami juga masih dalam status siaga satu dan menyiapkan anggota untuk mengantisipasi terjadinya konflik dari kasus ini,” kata Witnu.

Sumber : kabar-priangan.com

Jumat, 20 September 2013

Anggota Ormas Asal Rancah Dipolisikan

Organisasi Massa Gerakan Pemuda (GP) Ansor asal Kabupaten Ciamis melaporkan salah seorang oknum anggota organisasi masyarakat (Ormas) Islam ke kantor  Kepolisian Resor Ciamis, Selasa (17/9/2013).
Laporan dilakukan Ketua GP Ansor Ciamis, Dandeu Rifai dengan diantar 50 anggotanya dilakukan karena tidak terima Katua GP Ansor Pusat Nusron di­le­cehkan di jejaring sosial Facebook oleh oknum salah seorang anggota ormas yang mengaku dari Ciamis.
Menurut Dandeu, kasus pelecehan terhadap Ketua GP ansor pusat itu diketahui dari laporan GP Ansor Kota Tasikmalaya dan kabupaten Tasikmalaya sekitar empat hari lalu.
Dalam akun Facebook itu kata Dandeu, oknum anggpta ormas RSM menuliskan kalimat ber­nada melecehkan. Tulisan itu muncul setelah ketua umum GP Ansor mengapresiasi terselenggarannya Miss Word di Bali.
Dandeu Ketua GP Ansor Ciamis
“Atas dasar itulah kami melapor kepada pihak yang berwajib, dan yang saya inginkan adalah itikad baik dari pihak ormas islam yang sudah melecehkan pimpinan kami,” kata Dandeu.
Menurut Dandeu, dirinya dan tim dari GP Ansor sudah mela­ku­kan investigasi terhadap pe­milik akun yang berinisial RSM, dan hasilnya jika pemilik akun Facebook tersebut adalah warga Dusun Leuweng Gede, Desa Ran­cah, Kecamatan Rancah, kemu­dian oknum tersebut juga jelas tercatat sebagai ormas islam itu.
“Kami sempat mencoba melakukan komunikasi dengan pihak ormas itu, tetapi hasilnya nihil. Ormas itu sulit dihubungi, karena itu kasusnya kami serahkan kepada kepolisian saja,” ujar Dandeu.
Dandeu mengaku memberi waktu dua hari kepada pihak kepolisian untuk mengamankan RMS. Jika Kamis mendatang tidak membuahkan hasil pihak tidak bertanggung jawab jika terjadi konflik horizontal.
Dandeu menambahkan, jika pemilik akun berinisial RMS mengaku sebagai anggota ormas islam, maka tidak sepantas berkata-kata seperti itu karena tidak menunjukan sebagai umat islam.
“Saya tegaskan Islam itu Rah­matan Lil’alamin, islam merupakan agama yang membawa rahmat dan kesejahteraan bagi semua umat, bukan dengan hinaan seperti itu,” ucap Dandeu.
Sementara itu Kepala Seksi Pengawasan Polres Ciamis Inspektur Satu H Kosasih membenarkan, adanya laporan yang dilakukan oleh GP Ansor terkait pencemaran nama baik. Pihak kepolisian meminta dua orang dari GP Ansor untuk menjadi saksi serta bukti-bukti yang dimiliki oleh GP Ansor.
“Langkah yang akan kami lakukan pertama adalah memintai keterangan dari pihak GP Ansor, setelah itu secepatnya kami mengamankan terlapor,” kata Kosasih.
Jika terbukti maka terlapor akan dijerat pasal 45 ayat 1 dan 2 UU nomor 11 tahun 2008 tentang IT dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara atau pasal 310 KUHP pencemaran nama baik.

[kp]

Sumber : Rancahpos.com

Kamis, 19 September 2013

VIDEO GRAND KU (IMAM NUROHMAN)


You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "